Jumat, 29 Mei 2009

potensi diri setiap manusia

potensi diri setiap manusia
di dalam diri manusia terdapat potensi hidup yang senantiasa mendorong manusia untuk melakukan aktifitas. potensi tersebut ada dua yaitu
  1. potensi yang menuntut adanya pemenuhan yang bersifat pasti. jika tidak terpenuhi maka akan mendatangkan kematian seperti makan, minum, dan buang hajad,yang disebut kebutuhan jasmani.
  2. potensi yang bersifat tak pasti. jika tidakterpenuhi maka tidak akan mendatangkan kematian tetapi hanya akan merasa gelisah, inilah yang dinamakan instink.
dengan demikian, potensi hidup pada diri manusia terdiri dari kebutuhan jasmani dan instink. potensi inilah yang secara dinamis menggerakkan manusia berupa kekuatan hidup yang mendorong manusia merealisasikan tugas-tugas dan tujuan hiduonya.

pada dasarnya hanya ada tiga macam instink ;
  1. instink melestarikan jenis (keturunan)
  2. instik beragama
  3. instink mempertahankan diri

instink berbeda dengan kebutuhan jasmani. walaupun keduanya sama-sama potensi dinamis yang bersifat fitri adanya. kebutuhan jasmani menuntut suatu pemenuhan yang secara pasti, yang jika tidak terpenuhi maka akan mati. berbeda dengan instink yang menuntut pemenuhan, yang bila tidak terpenuhi manusia akan mengalami kegelisahan tetapi tidak mati. seorang manusia bila tidak makan atau buang hajad cepat atau lambat pasti akan mati. akan tetapi seorang tidak terpenuhi kebutuhan instinknya ia tidak akan mati. tidak ada seorang pun yang mampu bertahan hidup tanpa makan dan minum. tetapi seseorang akan tetap hidup meskipun tidak pernah kawin. itu karena instink manusia memang tidak mengharuskan pemuasan secara mutlak.

disamping itu, tuntutan pemuasan kebutuhan jasmani bersifat internal. artinya, kemunculannya lebih karena dorongan dari dalam diri manusia itu sendiri. meskipun kadang-kadang dorongan pemuasan itu dipengaruhi oleh suatu ransangan dari luar. berbeda halnya dengan instink, yang kemunculannya lebih karena adanya stimulan dari luar. jadi, tuntutan pemuasan instink bersifat eksternal. maka tidak akan muncul perasaan untuk memuaskan kebutuhan naluriah, kecuali tidak ada stimulasi dari luar. jika stimulasi dari luar itu muncul, maka naluri akan merespon dan terpengaruh. kemudian muncul perasaan yang menuntut pemuasan. sebaliknya, jika tidak ada stimulan yang membangkitkan, maka ia akan tetap terpendam dan tidak akan muncul suatu perasaan untuk mencari pemuasan kebutuhan bagi naluri.

Senin, 27 April 2009

sobat ku

hei... sobat dengarkan aku
jika esok aku bahagia atau berduka, tetaplah jadi sahabat terbaikku
jika kemarin aku bersalah maka maklumi aku.... jika esok aku jatuh sakit, do'a kan lah aku...
dan jika esok aku telah tiada maka maafkan lah smua kesalahan ku...
karna aku tak tau kapan ALLAH SWT kan memanggil ku.